Karya : Selia Evanny
2 September 2015
Aku berusaha merengkuh dia yang telah pergi.
Berusaha merengkuh bayangnya,
yang perlahan namun pasti menghilang akibat rotasi bumi.
Berusaha menangkap suaranya,
yang gemanya semakin lama semakin pudar.
Mengenang senyumnya, canda tawanya.
Menyatukan kembali serpihan-serpihan memori tentang dia.
Dia yang sangat indah, yang telah lama kuhancurkan karena ia menggenggam hatiku erat.
Semakin hari semakin erat ..... hingga terasa sesak.
Dan pada akhirnya ... ia menghancurkanku.
Lalu dengan bodohnya kini kusatukan kembali kristal-kristal tajam itu, menjadi sebilah pedang bermata dua.
Pedang itu dengan mudahnya menghunus benteng pertahananku, mengoyaknya hingga runtuh.
Benteng yang kubangun dengan air mata yang telah mengering.
Dengan harapan yang patah.
Memperlihatkan kembali luka dalam yang menganga lebar, yang selama ini tertutup walau tak rapi.
Perih .....
Perih sekali seperti tersayat ...
Kucoba berlari mengejar angin untuk mengeringkan luka.
Mengejar lagi bayangmu yang mungkin masih tersisa diantara hembusannya.
Tertatih ... bagai burung bersayap patah berkaki pincang.
Bertahan melawan perih.
Dan rela kuulang peranggai ini ratusan kali, untuk menolak seluruh fakta akan diriku.
Akan aku ...
Aku yang telah kehilangan kamu yang telah pergi.
#nowplaying : If You - Big Bang