18 Apr 2015

Moving On.

1. Stalk
2. Nangis
3. Curhat
4. Nangis lagi
5. Tidur
6. Bangun
7. Keinget dia lagi
8. Repeat

Gitu aja terus sampe Spongebob dapet SIM.

Memang, move on adalah hal tersulit buat para manusia yang baru saja menjomblo,
alias baru putus.
Keinget lagi, keinget lagi.
Kangen.
Makin berusaha lupain, malah makin keinget.
Keinginan untuk ngestalk si dia semakin bertambah dari hari ke hari.
Lebih daripada pas lu masih sama dia.
Ya kan? Hayo ngaku.

Move on adalah hal yang paling gampang terucap, tapi paling sulit dilakukan.
Apalagi posisinya lu masih sayang sama doi.
Betul?

Apalagi kalo ternyata doi cepet banget punya gebetan yang baru,
sedangkan lu masih stuck disitu-situ aja sama perasaan lu.
Damn.
Itu hati lu,
yang udah hancur karena putus,
jadi makin hancur liat doi jalan sama orang lain.

Dan ga menutup kemungkinan lu pun menjadi insecure.
Menutup hati lu buat siapapun.
Biasanya ini memang sering terjadi sama cewek sih,
tapi ga menutup kemungkinan,
cowok pun bisa ngalamin hal ini.

Dan pasti banyak diantara kalian yang akan bertanya :
"Terus, gimana caranya move on? Gua udah capek begini terus."

Sebenarnya ..... jawabannya simple.
Cukup dengan 3 kata ajaib ini :


"Take your time."


It's okay to feel sad.
It's okay to cry as loud as you want.
To sleep as long as you need.
It's okay to stalk your ex.
It's okay to even call him/her.
It's okay to stare blankly to the ceiling,
recalling all things you've been through together.
Do anything you know you need to ..... until you're strong enough to really stop yourself from doing it.

Lakuin semuanya.

Akan ada masa-masa itu dimana kalau orang-orang tanya :
"Lu udah move on belom sih?"

Dan lu cuma bisa jawab :
"Gua ga tau."

Karena lu emang ga tau harus jawab apa.

Disatu sisi, mungkin lu masih sayang sama dia.
Lu masih merhatiin dia, dari jauh.
Tapi disatu sisi yang lain ...
Lu merasa sudah cukup lelah untuk memperhatikan dia.

Disitulah lu akan mulai bisa move on.
Nggak ada yang tau kapan lu bisa mencapai tahap ini, karena waktu yang dibutuhkan tiap orang berbeda.
Kemauan tiap orang juga berbeda.
It depends.
Tapi di masa-masa inilah lu akan mulai bisa berpikir kedepan.
Bahwa being single, is not that bad.

Lu mulai bisa berpikir bahwa diluar sana masih banyak yang lebih baik dari dia.
Walaupun kehadirannya mungkin nggak akan pernah tergantikan.
Itu lumrah kok, wajar-wajar aja.

Dia pernah menjadi suatu prioritas di dalam hidup lu.
Dan dia akan selalu menjadi suatu faktor penting yang ikut membentuk lu menjadi siapa lu sekarang.

Tapi lu sudah mulai bisa menerima bahwa kalian sudah tidak bersama.
Dan lu juga sudah mulai bisa melihat hidup lu tanpa dia.

Move on itu susah guys, I admit it.
Tapi itu semua tergantung dari lu nya kok, balik lagi ke lu.
Apakah lu benar-benar mau move on?

Dan percayalah, kalo pada akhirnya lu akan menemukan orang yang terbaik.


Goodluck, xx.

Poetisserie : Bersyukur

Karya : Selia Evanny
22 Juli 2014
Terimakasih Tuhan
Telah membawa kehidupanku mengecap manis
Namun juga membawanya terpuruk
Hingga aku tahu
Hidup berputar seperti tempatku berpijak
Terimakasih telah membiarkanku terluka
Tercabik
Hingga aku tahu
Bagaimana rasanya meraup tanah
Bagaimana rasanya tercampakkan
Bagaimana rasanya terluka
Dan saat luka itu sembuh, ia akan membekas
Menggurat sejarah, cerita.

3 Apr 2015

Past Tense

He was ..... my sunshine.
I loved him.
So much.
Too much ... that I would sacrifice almost everything, just to see him happy.
I put him first.
I even put him above my family.
That's not correct, I know that.
But sometimes, love does blind people.
And it blinds me.
So all I could see ... it was only him.
He was shining so bright, that he became my center of attention.
I cared about him so much ... too much.
He made my day, everyday.
He was so funny, he knew exactly how to make me laugh.
And one of my favorite things to do, was to make him laugh too, with me.
Because his laugh was always sounds so cute, no matter how retarded it actually sounded.
He was perfect in my eyes.
His eyes were always shine so bright when we met.
And my stomach was always full of butterflies, just by seeing him.
I loved him, just the was he was.

He was .
Because those beautiful things happened in the past.
And people changes.
And nothing lasts forever, nothing stays the same.

So now, here I am.
Smiling, yeah.
But something is different.
Because finally ...
He is not the reason anymore.