5 Des 2016

Painful December

"Hey, can I have my jacket back?"

"Oh, sure. Thank you!"

"You're welcome."

"Hey, I ... I wanna ask you something."

"What's up?"

"Do you ... still love me?"

"Wha-why all of a sudden ... ?"

"I just ... wanna know."

"Can we just don't talk about this now. Tonight .. maybe?"

"I guess not .."

"Please? Or like .. through text?"

"No .. Please. I wanna finish it all now."

"I cannot deal with this kind of thing face to face with the person, you know ..."

"Please. If you don't love me anymore, just ... please just tell me. Please don't give me any false hope anymore. Please don't leave me hanging."

"....."

"Just tell me the truth. It's okay ... it won't hurt me."

"....."

"It's tiring to think about who's gonna leave who first. Who's gonna get hurt first, seeing the other one's being happy with another person."

"....."

"So please tell me, so I know what to do."

"....."

"Please."

"Well ..."

"....."

"No."

"....."

"No, I don't love you anymore."

"You ... don't love me anymore."

"Yeah. I want us to be just friends."

"....."

"....."

"....."

"Umm ... are we done yet? I really need to go home now, my mom needs me."

"....."

"It's 6.30 p.m already. You should also go to the meeting right?"

"Yeah."

"Okay then-"

"Can I hug you?"

"What?"

"Can I hug you? For one last time."

"..... Yeah sure."

"Cause after this you will never see me around, ever again."

.
.
.
.
.

You were complicated, but that was why I loved you.
Good bye.
:)

3 Nov 2016

Charity Run

Hasil gambar untuk tfi


Pada hari Minggu, 30 Oktober kemarin, saya mengikuti sebuah acara lari yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Statistika Universitas Bina Nusantara yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Matematika Universitas Islam As-Syafi'iyah dan Ikatan Himpunan Mahasiswa Statistika Indonesia (IHMSI). Saya menyukai acara-acara yang bisa menghadirkan kebersamaan antara saya dan teman-teman saya. Karena itu saat saya mendengar acara ini akan diselenggarakan, saya langsung tertarik. Apalagi setelah saya tahu lebih dalam, dana yang terkumpul melalui acara ini akan digunakan untuk membantu para penderita kanker yang selama ini di support oleh komunitas Bracelet of Hope. Langsung saja saya mendaftar dan menyelesaikan pembayaran. Setelah mengambil racepack seminggu sebelum acara diselenggarakan, saya pun siap untuk mengikuti acara.

Pada hari H, saya bangun pukul 5 pagi dan berangkat menuju ke meeting point Charity Run, yaitu di depan Prominence Tower Alam Sutera. Saat saya sampai, kondisinya sudah ramai sekali. Setelah pemanasan sejenak, acara pun dimulai. Saya dan teman-teman saya berlari bersama mengikuti rute running track yang sudah ditentukan. Setiap beberapa meter sekali, dapat kami jumpai stand-stand yang menyediakan air minum untuk kami. Tak terasa, kami sampai juga di garis finish. Namun rupanya kami harus berlari dua putaran karena satu putarannya ternyata hanya sepanjang kurang lebih 2,5 km, dan kami hanya diberi pita ungu untuk diikatkan pada pergelangan tangan sebagai tanda bahwa kami telah berlari satu putaran. Jadilah kami berlari satu putaran lagi hingga akhirnya mendapatkan medali "Finisher" di garis finish.


Sebelum berlari, jam 6 pagi di depan Tower Prominence Alam Sutera.


Saat sedang berlari.


Selesai berlari. Finisher!


Berfoto di depan backdrop Charity Run.

Secara keseluruhan, menurut saya acara ini cukup seru. Dan juga, seharusnya acara-acara sosial yang dikemas secara menyenangkan seperti Charity Run ini lebih sering diselenggarakan karena selain dapat menyehatkan dan memberikan suasana kebersamaan bagi peserta acara, juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain yang membutuhkan, dalam hal ini untuk teman-teman kita yang menderita penyakit kanker.

Ditulis oleh :
Selia Evanny Pranata
1801382843